NAEEM | Aceh Selatan – Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS, SE., M.Sos., mengucaplan selamat datang kepada Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, SE.Ak., M.Si., dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan Ashaf. Suatu kehormatan yang tak terhingga tentunya, daerah kami dapat dikunjungi untuk meresmikan SPBU Nelayan, Koperasi KNTI kabupaten Aceh Selatan, sesuai dengan tema “Koperasi dan Enervi Sebagai Dasar Kedaulatan Ekonomi Pesisir”.
” Tentunya kami menaruh harapan besar pada program strategis nasional yang digaungkan oleh Presiden H. Prabowo Subianto, yaitu Koperasi Desa Metah Putih (KDMP). Di Aceh Selatan sendiri, sampai hari ini sudah tercatat 260 unit KDMP yang terus berproses, disamping 433 unit Koperasi Non-KDMP lainnya,” ucap Bupati Mirwan di awal sambutannya pada acara peresmiaan tersebut di kecamatan Bakongan Timur, Selasa, 28 April 2026.
Melalui momentum bersejarah ini, Bupati Mirwan menyampaikan beberapa harapan besar masyarakat Aceh Selatan terkait keberlanjutan program strategis Presiden ini.
1. Pendampingan Berbasis Kearifan Lokal: Kami berharap pendampingan SDM koperasi di Aceh dan Aceh Selatan khususnya, dilakukan secara intensif, dengan tetap mempertimbangkan kekhususan budaya dan prinsip ekonomi syariah sesuai qanun Aceh. Kami ingin koperasi disini maju tanpa meninggalkan akar budayanya.
2. Hilirisasi Komoditas:
Kami mohon dukungan bapak untuk mengkoneksikan koperasi kami dengan Offtaker BUMN dan Pasar Ekspor, baik untuk hasil laut maupun komoditas unggulan kami seperti nilam, pala dan lain sebagainya.
3. Sinergi Kampung Nelayan Merah Putih: Saat ini, terdapat 4 (empat) gamlong di Aceh Selatan, yaitu gampong Ujong Pulo Rayeuk, Darul Ihsan, Labuhan Tarok II, dan Sawang Indah, yang telah disurvei oleh Kementerian Kelautan Perikanan untuk menjadi kampung nelayan Merah Putih tahun 2026. Bessr harapan kami agar ke empat gampong tersebut ditetapkan secara resmi sebagai kampung nelayan merah putih, sehingga berdampak besar pada perekonomian masyarakat kami.
Sehingga, Asta Cita ke-6 Presiden RI, yaitu membangun dari desa dan dari bawah, untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, dapat tercapai secara maksimal, tutur Bupati Mirwan.
Lebih lanjut Bupati Mirwan menyebutkan, kabupaten Aceh Selatan memiliki karakteristik geografis yang luar biasa, dari 18 kecamatan, sebanyak 13 kecamatan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, dengan total 71 desa pesisir. Potensi ini bukan sekadar angka, melainkan urat nadi kehidupan bagi lebih dari 7.000 nelayan kami yang mengoperasikan 2.452 unit armada penangkapan ikan.
Menurut data statistik perikanan tangkap tahun 2025, produksi perikanan tangkap kami telah mencapai lebih dari 32.000 ton/tahun, dengan nilai ekonomi yang sangat signifikan, yakni Rp. 968 Miliar/tahun. Angka ini menempatkan Aceh Selatan sebagai salah satu produsen terbesar perikanan tangkap diwilayah pantai Barat Selatan provinsi Aceh, jelasnya.
Namun, kami menyadari bahwa potensi besar ini belum tergali optimal karena keterbatasan sarana penangkapan dan prasarana pelabuhan yang kami miliki, sambungnya.
Bupati Mirwan sampaikan terimakasih atas kehadiran bapak Menteri Koperasi, Wamen KKP, Dirjen Perikanan Tangkap dan Deputi Pengembangan Usaha Koperasi beserta jajaran. Kehadiran ini tentunya akan menjadi momentum penting bagi kebangkitan ekonomi masyarakat Aceh Selatan. Untuk dapat membangkitkan ekonomi rakyat, kami akan fokus pada 3 sektor utama, yaitu kekayaan laut, pertanian/perkebunan serta peternakan/budidaya.
Tidak lupa pula, berbagai strategi akan kami lakukan, kami akan dorong BUMD Aceh Selatan untuk menjalankan 4 fungsinya: pembiayaan, pembinaan produksi, offtaker dan pemasaran. Serta fokus pada 3 sektor utama, seperti kekayaan laut, pertanian/perkebunan dan peternakan/budidaya, semua akan kita dorong untuk berbasis kopetasi, ujarnya.
Kami, lanjutnya, juga akan optimalkan kekayaan laut kami sepanjang 130 KM, kita akan dorong rakyat untuk menjadi kekuatan produktif bagi daerah. Begitu juga dengan luas lahan sawah padi sebesar 4600 Ha, juga akan kita dorong terus untuk mengoptimalkan produksi bebas.
Tentunya, jika kita melihat kembali, dengan garis pantai sepanjang 130 KM ini, kita masih dapat mendorong SPBU nelayan serupa untuk hafir lebih banyak lagi di Aceh Selatan, sehingga akses akan solar subsidi akan semakin mudah untuk didapatkan oleh masyarakat nelayan kita, tutup Bupati Mirwan.
Pada acara peresmian tersebut, selain Menteri Koperasi Dr. Ferry Juliantono, SE.Ak., M.Si., dan Wakil Menteri KKP, Laksamana TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan Ashaf, turut hadir juga Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Komjen. Pol. (Purn) Drs. Lotharia Latif, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, dan para Pejabat Eselon I, Eselon II dI Lingkungan Kementerian/Lembaga Negara, Kepala BPH Migas, diwakili oleh Komite Fatul Nugroho, Dirut LPDB, diwakili oleh Krisdianto, serta undangan lainnya.