NAEEM | Aceh Tenggara – Komandan Kodim (Dandim) 0108/Aceh Tenggara, Letkol Czi Arya Murdyantoro, S.T., melaksanakan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang berada di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (24/06/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang dikerjakan oleh personel Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama berbagai unsur terkait dan masyarakat setempat.
Peninjauan tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, sekaligus mengevaluasi kualitas pekerjaan di lapangan, khususnya pada bagian pondasi yang merupakan struktur utama penyangga konstruksi jembatan. Pondasi menjadi komponen paling mendasar dalam pembangunan jembatan karena berfungsi menopang seluruh beban konstruksi serta menjamin keamanan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang.
Dalam kegiatan tersebut, Dandim didampingi oleh personel yang terlibat dalam pembangunan serta unsur terkait lainnya. Ia meninjau secara langsung sejumlah titik pekerjaan, mulai dari proses penggalian dan pemasangan pondasi, kondisi struktur yang telah dikerjakan, kesiapan material bangunan, hingga progres pekerjaan yang sedang berlangsung di lapangan.
Selain itu, Dandim juga berdialog dengan para pekerja, personel TNI, dan masyarakat yang terlibat dalam pembangunan untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi sekaligus memberikan motivasi agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini merupakan salah satu program strategis yang dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian TNI AD melalui Kodim 0108/Aceh Tenggara dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang masih memiliki keterbatasan akses transportasi. Kehadiran jembatan tersebut nantinya diharapkan mampu membuka konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung peningkatan perekonomian warga melalui akses yang lebih mudah dan aman.
Dalam arahannya di lokasi pembangunan, Letkol Czi Arya Murdyantoro menegaskan bahwa kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pembangunan. Menurutnya, keberhasilan sebuah proyek infrastruktur tidak hanya diukur dari kecepatan penyelesaian pekerjaan, tetapi juga dari kualitas dan daya tahan konstruksi yang mampu memberikan manfaat dalam jangka waktu yang panjang.
“Pondasi adalah bagian utama yang akan menopang seluruh konstruksi jembatan. Oleh karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus dilakukan dengan teliti dan sesuai standar teknis yang telah ditentukan. Kami memastikan setiap lubang pondasi dan konstruksi yang dikerjakan memenuhi spesifikasi sehingga jembatan yang dibangun benar-benar kokoh, aman, dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam waktu yang lama,” tegas Dandim.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang berkualitas merupakan investasi jangka panjang bagi masyarakat. Karena itu, seluruh pekerjaan harus dilakukan secara profesional dengan memperhatikan setiap detail teknis agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi warga.
Selain meninjau aspek teknis pembangunan, Dandim juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembangunan jembatan, termasuk personel Kodim 0108/Aceh Tenggara, anggota Yon TP, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga yang secara aktif bergotong royong membantu pekerjaan di lapangan.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat progres pembangunan sekaligus mencerminkan kuatnya hubungan antara TNI dan rakyat.
“Pembangunan ini tidak hanya berorientasi pada hasil berupa jembatan semata, tetapi juga menjadi sarana mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan adanya partisipasi aktif masyarakat, diharapkan tumbuh rasa memiliki sehingga nantinya jembatan dapat dijaga dan dirawat bersama demi kepentingan generasi yang akan datang,” tambahnya.
Suasana kebersamaan terlihat jelas di lokasi pembangunan. Masyarakat secara sukarela membantu berbagai pekerjaan sesuai kemampuan masing-masing, mulai dari pengangkutan material, persiapan lokasi, hingga mendukung kebutuhan teknis lainnya. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga menjadi motivasi bagi warga untuk terus menjaga semangat gotong royong dalam membangun desa.
Warga Desa Teger Miko menyambut baik pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut. Selama ini, masyarakat harus menghadapi berbagai kendala saat melintasi sungai, terutama ketika musim penghujan tiba dan debit air meningkat. Kondisi tersebut sering menghambat aktivitas sehari-hari, termasuk akses menuju lahan pertanian, sekolah, fasilitas kesehatan, maupun pusat kegiatan ekonomi.
Dengan hadirnya jembatan yang sedang dibangun tersebut, masyarakat berharap akses antarwilayah menjadi lebih mudah, aman, dan efisien. Keberadaan jembatan juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat karena distribusi hasil pertanian dan perkebunan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan lancar.
Selain mendukung aktivitas ekonomi, jembatan ini nantinya akan mempermudah anak-anak menuju sekolah, mempercepat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, serta memperkuat hubungan sosial dan ekonomi antar desa di Kecamatan Lawe Sumur dan wilayah sekitarnya.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang saat ini terus menunjukkan progres positif menjadi bukti nyata komitmen Kodim 0108/Aceh Tenggara dalam mendukung pembangunan wilayah melalui penyediaan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui pembangunan sarana transportasi yang layak, aman, dan berkualitas, diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan pedesaan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan pengawasan yang ketat, dukungan seluruh pihak, serta semangat gotong royong yang terus terjaga, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko diharapkan dapat selesai sesuai target dan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang selama ini mendambakan akses transportasi yang lebih baik dan aman.