NAEEM | Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menggelar sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan bagi siswa di SMKN 1, SMKN 2, dan SMKN 3 Banda Aceh, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat deteksi dini HIV dan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh yang diwakili dr. Nuraihan, M.K.M., Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kota Banda Aceh, Said Fauzan, S.STP., M.A., Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, kepala sekolah SMKN 1, SMKN 2, dan SMKN 3, serta ratusan siswa dari ketiga sekolah.
Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, dr. Nuraihan mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berisi sosialisasi, tetapi juga pemeriksaan kesehatan melalui screening yang dilakukan secara nyaman, aman, dan profesional.
“Terima kasih kepada Ibu Wali Kota Banda Aceh atas dukungan penuh sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh stakeholder yang telah berkolaborasi menyukseskan program ini,” kata dr. Nuraihan.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kota Banda Aceh, Said Fauzan, mengungkapkan bahwa kasus HIV di Banda Aceh menunjukkan tren peningkatan. Hingga tahun 2026 tercatat sebanyak 43 kasus HIV.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama dan memerlukan langkah nyata melalui edukasi serta deteksi dini di kalangan remaja.
“Karena itu, kami menyambut baik pelaksanaan screening yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. Melalui Program SEHATI, Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus memperkuat pelayanan kesehatan primer agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih mudah, cepat, dan berkualitas,” kata Said.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap semakin banyak remaja memahami pentingnya perilaku hidup sehat, menghilangkan stigma terhadap pemeriksaan kesehatan, serta memanfaatkan layanan screening sebagai langkah awal pencegahan dan pengendalian HIV di Kota Banda Aceh. (Ry)