NAEEM | Aceh Tenggara – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, terus dikebut. Personel Satgas Jembatan bersama tukang dan masyarakat setempat melaksanakan penggalian serta penyiapan pondasi di sisi sungai sebagai bagian dari tahapan pembangunan struktur jembatan, Minggu (30/8/2026).

Pekerjaan tersebut dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel di lapangan dan masyarakat sekitar. Penggalian pondasi menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan karena berkaitan langsung dengan kesiapan dasar bangunan sebelum konstruksi jembatan dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Danposramil Ketambe sekaligus Koordinator Umum Lapangan, Peltu Jumadin Selian, mengatakan penggalian dilakukan untuk menyiapkan dasar pondasi yang kuat dan kokoh sehingga mampu mendukung struktur jembatan secara optimal.

Menurutnya, setiap tahapan pembangunan dikerjakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi tanah, posisi pondasi, serta karakteristik medan di sisi sungai.

“Penggalian pondasi ini merupakan bagian penting dalam menyiapkan dasar jembatan agar kuat dan kokoh. Pekerjaan kita laksanakan bersama-sama dengan warga dan tukang, sehingga setiap tahapan dapat dikerjakan dengan baik dan menyesuaikan kondisi di lapangan,” ujar Peltu Jumadin Selian.

Di lokasi pembangunan, personel Satgas bersama warga dan tukang terlihat bahu-membahu melakukan penggalian serta penyiapan dasar pondasi. Sebelumnya, penentuan poros jembatan telah dilakukan sebagai acuan untuk memastikan pekerjaan konstruksi selanjutnya sesuai dengan posisi dan arah jembatan yang telah ditentukan.

Dalam pelaksanaannya, penggalian pondasi dilakukan dengan memperhatikan kondisi tanah dan dasar bangunan. Tahapan tersebut menjadi penting untuk memastikan pondasi memiliki daya dukung yang memadai terhadap struktur jembatan, sehingga pembangunan tidak hanya berorientasi pada percepatan penyelesaian, tetapi juga memperhatikan aspek kekuatan dan keamanan saat jembatan nantinya digunakan masyarakat.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut diharapkan dapat membuka dan mempermudah akses bagi masyarakat Desa Lawe Pinis, Desa Lawe Ger-Ger, serta warga dari wilayah sekitar.

Keberadaan jembatan nantinya diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, termasuk mempermudah akses menuju lahan perkebunan serta menunjang kegiatan ekonomi warga yang selama ini membutuhkan akses penyeberangan.

Peltu Jumadin Selian menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan. Selain membantu mempercepat proses di lapangan, kegiatan gotong royong juga menjadi sarana mempererat hubungan dan kebersamaan antara personel TNI dengan masyarakat.

“Dengan semangat gotong royong seperti ini, pekerjaan menjadi lebih ringan dan kebersamaan antara personel dengan masyarakat semakin kuat. Kita berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar, selesai sesuai tahapan, dan nantinya jembatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Semangat gotong royong terlihat dari antusiasme masyarakat yang secara sukarela turut membantu pekerjaan di lokasi. Warga ikut mendukung pembangunan karena jembatan tersebut dinilai memiliki manfaat strategis dalam memperlancar akses dan mobilitas masyarakat antarwilayah.

Satgas Jembatan bersama tukang dan masyarakat akan terus melanjutkan tahapan pembangunan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pekerjaan di lapangan. Dengan dukungan serta kerja sama seluruh pihak, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis diharapkan dapat segera rampung dan menjadi sarana penghubung yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam menunjang aktivitas sosial dan perekonomian sehari-hari.