Pidie Jaya – Semangat gotong royong kembali terlihat dalam pembangunan Jembatan Perintis di Desa Alue Sane, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Babinsa Koramil 20/Bandar Dua Kodim 0102/Pidie bersama warga bahu-membahu merakit besi yang menjadi bagian penting dari konstruksi pondasi jembatan, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata sinergi TNI dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang nantinya diharapkan mampu membuka akses warga, khususnya para petani dan pekebun, dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Jembatan Perintis tersebut merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia yang dibangun di wilayah Kodim 0102/Pidie. Pengerjaannya melibatkan tim teknisi khusus konstruksi jembatan bersama personel Kodim 0102/Pidie dan Babinsa setempat.

Pengawas lapangan, Kapten Czi Putut Arianto, mengatakan respons masyarakat terhadap pembangunan jembatan tersebut sangat positif. Menurutnya, warga tidak hanya menunggu hasil pembangunan, tetapi ikut mengambil bagian dalam proses pengerjaannya.

“Warga sangat antusias dan senang dengan pembangunan jembatan ini. Hampir setiap hari ada masyarakat yang datang membantu pekerjaan bersama tim teknisi dan Babinsa. Ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian dan rasa memiliki terhadap pembangunan yang nantinya juga akan mereka manfaatkan sendiri,” ujar Kapten Czi Putut.

Ia menambahkan, keterlibatan warga terlihat dalam berbagai tahapan pekerjaan. Salah satunya seperti yang dilakukan Babinsa Kopka Andi Munzar bersama masyarakat, yang turut merakit besi untuk kebutuhan pondasi jembatan.

“Semakin kompak kita bekerja, semakin cepat pembangunan ini selesai. Harapannya, jembatan ini segera dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperlancar aktivitas, terutama akses menuju kebun dan lahan pertanian,” tambahnya.

Sementara itu, Muzaki, salah seorang petani setempat, mengaku bersama warga lainnya siap membantu pengerjaan jembatan di sela-sela aktivitas mereka sebagai pekebun.

“Kami siap membantu sebisa kami di sela-sela bekerja di kebun. Jembatan ini nantinya juga akan kami gunakan untuk menuju kebun. Jadi, kalau kami ikut membantu mempercepat pengerjaannya, manfaatnya juga akan lebih cepat kami rasakan. Kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan ini,” ungkap Muzaki.

Jembatan Perintis yang dibangun di Desa Alue Sane tersebut memiliki panjang 30 meter, lebar 1,2 meter, dan tinggi 5 meter.

Kehadiran jembatan ini diharapkan tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi akses penting bagi masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Kolaborasi antara TNI, tim teknisi, dan masyarakat menjadi kekuatan tersendiri dalam mewujudkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.

Melalui semangat gotong royong tersebut, TNI hadir tidak sekadar membangun infrastruktur, tetapi ikut memastikan akses dan harapan masyarakat di wilayah pedesaan dapat terus tumbuh dan berkembang.