NAEEM | Aceh Selatan – Anggota Babinsa dari Koramil 09/Trumon Tengah bersama BPBD Aceh Selatan berhasil melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir di Desa Cot Bayu Kecamatan Trumon Tengah, dan Desa Padang Harapan Kecamatan Trumon, Senin (14/10/2024).

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir menyebabkan sungai meluap dan merendam pemukiman warga hingga setinggi 1,5 meter bahkan dititik tertentu mencapai 2 meter.

Pantauan langsung dilapangan, kondisi banjir di beberapa desa dalam Kecamatan Trumon Raya Kabupaten Aceh Selatan itu sangat memprihatinkan. Menurut data sementara BPBD Aceh Selatan, ratusan rumah terendam banjir dan warga yang berada di Desa Cot Bayu, Padang Harapan, Lhok Raya, Jambo Papen, kini sudah dilakukan evakuasi ketempat pengungsian.

Dalam situasi darurat tersebut, Babinsa Koramil 09/Trumon Tengah dengan sigap beraksi menggunakan perahu karet bersama BPBD setempat menerobos derasnya arus banjir dan menyelamatkan beberapa warga yang terjebak banjir.

Dandim 0107/Aceh Selatan melalui Danramil 09/Trumon Tengah Kapten Inf Endang Ruhiyat mengatakan, para Babinsannya itu melakukan tugas sebagai prajurit dan abdi negara. “Prioritas evakuasi adalah untuk keselamatan warga,” katanya.

Dijelaskan Kapten Endang, walaupun dalam proses evakuasi itu mengalami kesulitan akibat derasnya arus air sehingga memperlambat tim tiba di lokasi. Namun dengan kegigihan Tim gabungan baik itu TNI, Polri dan BPBD Aceh Selatan berhasil mengeluarkan warga yang terjebak banjir.

“Fokus utama kita adalah mengeluarkan masyarakat dari kepungan banjir, mengingat juga pada malam hari tadi intensitas hujan masih tinggi,” bebernya.

Sementara, untuk pasok logistik juga terus kita bantu distrubusikan ke posko-posko pengungsian atau dapur umum yang telah disiapkan pemerintah Aceh Selatan,”pungkas Danramil Kapten Endang Ruhiyat.

Dikesempatan yang sama juga, Danramil 09/Trumon Tengah ini mengatakan, bahwa jalan lintas antara Tapaktuan dan Kota Subulussalam saat ini lumpuh total, semua jenis kendaraan baik roda 4 maupun roda 6 belum berani untuk melintas karena debit air di jalan lintas nasional itu mencapai ketinggian 160 cm.