NAEEM | Aceh Selatan – Anggota DPR RI, H. Irmawan, S.Sos., M.M., menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan pembangunan jalan dua jalur di kawasan Labuhanhaji Raya yang meliputi Kecamatan Labuhanhaji Barat, Labuhanhaji, dan Labuhanhaji Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Diskusi Publik dan Silaturahmi Ulama, Umara serta Tokoh Masyarakat se-Aceh yang berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Al Wahidul Qahhar, Aceh Selatan, Jumat, (19/6/2026).
Dalam pemaparannya yang mengangkat tema “Merajut Kembali Semangat Pembangunan Fisik dan Mental untuk Aceh Masa Depan”, Irmawan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan pembangunan sumber daya manusia dan karakter masyarakat.
Menurutnya, kawasan Labuhanhaji Raya memiliki posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, pendidikan, perdagangan, dan jasa di wilayah pantai barat selatan Aceh. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas jalan menjadi dua jalur merupakan kebutuhan yang harus diperjuangkan demi mendukung mobilitas masyarakat dan percepatan pembangunan kawasan.
“Saya mengikrarkan dan berkomitmen untuk memperjuangkan pembangunan jalan dua jalur di Labuhanhaji Raya. Ini bukan hanya tentang jalan, tetapi tentang membuka ruang pertumbuhan ekonomi, meningkatkan keselamatan transportasi, serta mempersiapkan kawasan ini menjadi pusat perkembangan wilayah di masa depan,” ujar Irmawan di hadapan peserta diskusi.
Ia menilai bahwa pertumbuhan jumlah penduduk, meningkatnya aktivitas perdagangan, serta mobilitas masyarakat yang semakin tinggi menuntut tersedianya infrastruktur jalan yang lebih representatif. Kehadiran jalan dua jalur diyakini akan mampu mengurangi kemacetan, meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, dan memperkuat konektivitas antarwilayah.
Irmawan juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat untuk bersatu dalam memperjuangkan berbagai program strategis bagi kemajuan Aceh, khususnya di wilayah Aceh Selatan.
“Pembangunan tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi dan semangat kebersamaan untuk mewujudkan cita-cita pembangunan yang berkelanjutan,” ucap Irmawan.
Diskusi publik tersebut menjadi ruang bertukar gagasan antara ulama, umara, akademisi, dan tokoh masyarakat mengenai arah pembangunan Aceh ke depan. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari pembangunan karakter generasi muda, penguatan ekonomi masyarakat, hingga percepatan pembangunan infrastruktur yang mampu mendorong pertumbuhan daerah.
Komitmen yang disampaikan H. Irmawan terkait pembangunan jalan dua jalur Labuhanhaji Raya mendapat sambutan positif dari peserta yang hadir. Masyarakat berharap gagasan tersebut dapat diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, sehingga menjadi salah satu tonggak penting dalam mendorong kemajuan Labuhanhaji Raya dan Aceh Selatan secara keseluruhan.