NAEEM | Aceh Selatan – Peringatan Haul Ke-67 ini bukan sekadar seremoni tahunan atau ajang silaturahmi semata. Ini adalah momen refleksi spiritual bagi kita semua. Abuya Muda Waly bukan hanya milik keluarga besar Darussalam, dan bukan hanya milik masyarakat Aceh Selatan. Beliau adalah “Pelita Ilmu” bagi seluruh Nusantara.
Melalui tangan dingin beliau, lahir ribuan ulama-ulama besar yang kemudian mendirikan Dayah-dayah di seluruh penjuru negeri.

“Abuya Muda Waly adalah sosok Mujaddid (Pembaharu) yang berhasil memadukan kedalaman syariat dengan kejernihan Thariqat,” ujar Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS, SE., M.Sos., dalam sambutannya, Selasa, 07 April 2026.

Bagi generasi muda dan santri, Bupati Mirwan berpesan, di tengah gempuran arus modernisasi dan degradasi moral saat ini, sosok Abuya adalah kompas bagi kita. Beliau mengajarkan bahwa ilmu itu didapat dengan ketekunan (Istiqamah). Beliau mengajarkan bagaimana membela kebenaran dengan hujah yang kuat namun tetap menjaga adab. Pemerintah kabupaten Aceh Selatan sangat menyadari bahwa keberadaan Dayah Darussalam dan warisan pemikiran Abuya adalah aset terbesar yang kita miliki. Kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisiknya, tetapi juga dari kekuatan iman dan karakter masyarakatnya, ucapnya.

“Melalui momentum Haul ke-67 ini, saya mengajak kita semua, mari kita jaga warisan ini, mari kita jadikan Aceh Selatan sebagai lumbung ilmu dan benteng Ahlussunnah Wal Jama’ah,” ajak Bupati Mirwan.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan tempat terbaik bagi Abuya Muda Waly di sisinya, dan semoga cahaya ilmu yang beliau tinggalkan terus menyinari hati kita semua, membawa keberkahan bagi daerah yang kita cintai ini, tutupnya.