NAEEM | Aceh Selatan – Sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, Kodim 0107/Aceh Selatan bersama Forkopimda dan pihak terkait lainnya melaksanakan penanaman Jagung dilahan Ketahanan Pangan dan Demplot Kodim 0107/Aceh Selatan yang bertempat di Desa Kampung Baro Kecamatan Pasi Raja Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (26/5/2023).
Penanaman jagung tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Selatan Tgk Amran yang diwakili Sekda Aceh Selatan Zut Syazalisma, S.STP, Kapolres Aceh Selatan, AKBP Nova Suryandaru, S.I.K, Anggota DPRK dapil 4, para Kepala Dinas terkait, Ketua Persit KCK Cabang XXIX Kodim 0107 Ny. Dewi Helmy beserta pengurusnya, dan Muspika Pasi Raja, Keuchik Kampung Baro, para Kelompok Tani dalam Kecamatan Pasi Raja serta undangan lainnya.
Sesuai amanah Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, bahwa salah satu tugas TNI AD adalah melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat yang dilaksanakan dengan membantu pemerintah menyiapkan potensi nasional menjadi kekuatan pertahanan aspek darat. Salah satunya dengan mewujudkan ketahanan pangan.
Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan Letnan Kolonel Arh Helmy Ariansyah, SE, menyampaikan, untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional dan lokal, maka TNI AD melaksanakan kegiatan program pembinaan ketahanan pangan secara mandiri di satuan masing-masing termasuk di Kodim 0107/Aceh Selatan dengan bekerja sama dengan Pemerintah daerah dan lnstansi terkait serta masyarakat.
Hal ini salah satu langkah strategis Kodim 0107/Aceh Selatan untuk memelihara ketahanan pangan di daerah melalui pemanfaatan lahan untuk bertanam komoditas pangan yang cocok dengan iklim dan cuaca di wilayah, ucap Dandim.
Disini kami mencoba menanam jagung karena lahan yang diamanahkan kepada kami cukup cocok kalau di tanami jagung, sambung Dandim Letkol Helmy.
Melihat juga, tambahnya Letkol Helmy, masyarakat petani cukup banyak yang membudidayakan jagung dan hasilnya cukup baik, namun beberapa kendala masih dirasakan petani, seperti sulitnya pupuk, bibit dan alat pertanian.
Oleh karena itu disini kami mencoba membuka lahan demplot atau lahan percontohan jagung dengan metode semi organik. Artinya perawatan jagung ini akan menggunakan sebagian pupuk organik dan sebagian lagi masih menggunakan pupuk kimia, tutur Dandim.
Sedangkan, lanjutnya, untuk pestisida akan kami gunakan bahan-bahan organik yang ada disekitar kita, seperti buah bintaro, kunyit, bawang putih dan sabun cuci piring. Tentunya kami akan bekerjasama dengan para penyuluh pertanian untuk mengevaluasi penggunaannya, ujar Dandim Letkol Helmy.
Dijelaskan Dandim, lahan yang seluas 12 hektar milik pemerintah tersebut dan saat ini sudah dimanfaatkan Kodim 0107/Aceh Selatan seluas 4 hektar. Dalam 4 hektar itu dibagi dua, yaitu 2 hektar untuk ditanami jagung dan 2 hektar lagi ditanami kombinasi jagung dan bawang merah, jelasnya.
Berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh kebersamaan dan kolaborasi semua sebagai aparat pemerintah dalam menyukseskan program pemerintah dan memajukan sektor pertanian pangan di Aceh Selatan.