NAEEM | Aceh Selatan – Dalam upanya pencegahan dan menekan angka peredaran Narkoba di Kabupaten Aceh Selatan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Aceh Selatan (BNNK) menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Pengembangan dan Pembinaan Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba.
Kegiatan ini berlangsung di Cafe Koki Aceh Desa Batu Itam Kecamatan Tapaktuan dengan menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Faiq Fahmi dalam hal ini di wakili Pasi Intel Kodim Lettu Inf Wadriadis, Asisten I Sekdakab Aceh Selatan Kamarsyah, S.Sos,. M.M., Kasat Narkoba Polres Aceh Selatan Aiptu Fakhrurrazi, S.Si, M.SM l., Kepala BNNK Aceh Selatan Nuzulian, S.Sos.
Bupati Aceh Selatan diwakili Asisten I Sekdakab Aceh Selatan Kamarsyah, S.Sos,. M.M., menyampaikan Narkoba ini merupakan persoalan besar bagi pemerintah, mulai dari Pusat, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa-desa hingga ke Dusun.
Untuk itu, hari ini para Camat, Danramil dan Kapolsek yang berhadir dalam rakor ini, dengan cara pembinaan, sosialisasi, merupakan salah satu cara bagaimana kita menyelamatkan generasi-generasi muda di Aceh Selatan ini.
Ini merupakan tanggung jawab moral bagi kita untuk melindungi generasi penerus kita, agar tidak sekali-sekali mencoba yang namanya narkoba, karena sekali sudah mencoba, pasti akan berkelanjutan, inilah tantangan kita bersama, ucap Kamarsyah
Sementara, Dandim 0107 Aceh Selatan melalui Pasi Intel Lettu Inf Wadriadis menyampaikan kegiatan ini merupakan pertemuan dengan Stakeholder untuk menyatukan persepsi dalam rangka menginisiasi terkait regulasi kebijakan kota tanggap ancaman Narkoba.
Disamping ancaman militer dalam dan luar negeri ada ancaman non militer, ini menjadi hal yang harus di sikapi dan memerlukan perhatian khusus secara bersama-sama.
“Ancaman non militer ini tidak menggunakan senjata, tetapi jika dibiarkan akan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa, salah satunya adalah dampak penyalahgunaan Narkoba,” ujarnya.
Apalagi penyalahgunaan Narkoba ini bagi para generasi-generasi muda sebagai penerus bangsa, sambung Wadriadis.
Hal ini harus menjadi perhatian bersama, disamping peran instansi dan Stakeholder terkait, sejatinya peran keluarga menjadi hal vital dalam membentuk dan membina para kaum muda untuk terbebas dari Narkoba, sebut Pasi Intel Kodim Lettu Inf Wadriadis dengan tegas.
Pada kesempatan itu, Kapolres Aceh Selatan melalui Kasat Narkoba Iptu Fakhrurazi, mengatakan penyalahgunaan Narkoba tidak bisa di tutupi, karena beberapa tahun terakhir ini di Kabupaten Aceh Selatan masih di temui beberapa kasus terkait narkoba.
Maka ini menjadi PR kita bersama bagaimana caranya kita memutuskan rantai beredarnya narkoba ini, kata Kasat.
Terlihat acara Rakor tersebut dilanjutkan diskusi antara narasumber dengan para peserta, yaitu seluruh Camat, 6 Danramil, 6 Kapolsek serta staf BNNK Aceh Selatan.