NAEEM | Aceh Tenggara – Semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali tercermin dalam pelaksanaan pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang berlokasi di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara. Hingga Selasa (16/06/2026), pembangunan infrastruktur yang sangat dinantikan masyarakat tersebut terus menunjukkan perkembangan positif dengan capaian progres pekerjaan sekitar 68 persen.
Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi yang kuat antara Kodim 0108/Aceh Tenggara, pemerintah daerah, tenaga teknis, serta masyarakat setempat yang secara konsisten bergotong royong demi mewujudkan akses transportasi yang lebih baik bagi warga. Kehadiran personel TNI di lokasi pembangunan tidak hanya memberikan dukungan tenaga, tetapi juga menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus terlibat aktif dalam setiap tahapan pekerjaan.
Sejak pagi hari, suasana kebersamaan tampak begitu kental di lokasi pembangunan. Personel TNI bersama warga bahu-membahu melaksanakan berbagai pekerjaan konstruksi, mulai dari penyiapan material, penguatan fondasi, hingga pekerjaan teknis lainnya. Dengan didukung kondisi cuaca yang cerah dan bersahabat, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Danposramil Lawe Sumur, Pelda Ahmad Saan, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis merupakan salah satu program yang memiliki nilai strategis bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan pertanian dan perkebunan yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan warga.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu mendorong peningkatan perekonomian warga melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
“Alhamdulillah, hingga saat ini pembangunan terus menunjukkan perkembangan yang baik dan telah mencapai progres sekitar 68 persen. Capaian ini tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara TNI, pemerintah daerah, tenaga teknis, serta seluruh masyarakat yang terus mendukung dan terlibat langsung dalam proses pembangunan. Kami berharap pekerjaan ini dapat selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat,” ujar Pelda Ahmad Saan.
Ia menambahkan, keterlibatan Babinsa dan personel TNI di lapangan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang selama ini dilaksanakan secara berkelanjutan. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi warga.
Melalui pendampingan dan keterlibatan langsung dalam pembangunan jembatan tersebut, TNI berharap dapat semakin mempererat hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong sebagai budaya bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Antusiasme masyarakat Desa Teger Miko terhadap pembangunan jembatan ini juga terlihat sangat tinggi. Warga menyadari bahwa keberadaan Jembatan Gantung Perintis nantinya akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan sehari-hari, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pekebun.
Selama ini, warga harus menempuh jalur yang cukup sulit dan memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai lahan pertanian maupun perkebunan mereka. Kondisi tersebut sering kali menjadi kendala dalam mengangkut hasil panen serta kebutuhan produksi lainnya. Oleh karena itu, kehadiran jembatan gantung yang saat ini sedang dibangun diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat setempat.
Salah seorang warga Desa Teger Miko mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada TNI, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan jembatan tersebut.
Menurutnya, pembangunan jembatan ini merupakan harapan lama masyarakat yang akhirnya mulai terwujud melalui kerja sama dan kepedulian berbagai pihak terhadap kebutuhan warga di wilayah pedalaman.
“Bagi kami, jembatan ini bukan hanya sekadar bangunan penghubung, tetapi menjadi sarana penting yang akan memperlancar aktivitas masyarakat. Nantinya akses menuju kebun dan lahan pertanian akan lebih mudah, aman, dan cepat. Kami sangat berterima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah membantu mewujudkan pembangunan ini,” ungkapnya.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Desa Teger Miko menjadi salah satu bukti nyata bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tenaga teknis, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai kebutuhan pembangunan di wilayah pedesaan. Kehadiran infrastruktur yang memadai diyakini akan memberikan manfaat besar dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta mendukung pemerataan pembangunan di Kabupaten Aceh Tenggara.
Dengan semangat gotong royong yang terus terpelihara dan komitmen bersama yang kuat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut diharapkan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan. Keberadaan jembatan ini nantinya tidak hanya menjadi sarana penghubung fisik antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kepedulian, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun daerah demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Aceh Tenggara yang lebih baik.