NAEEM | Aceh Tenggara – Semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat kembali terlihat dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Lawe Ger Ger, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Memasuki tahapan awal pembangunan, personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat setempat bahu-membahu melaksanakan pekerjaan pengecoran pondasi jembatan, Sabtu (1/8/2026).

Pengecoran pondasi menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan karena berfungsi sebagai dasar utama yang akan menopang keseluruhan konstruksi. Oleh karena itu, proses pengerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan ketelitian, kekuatan material, serta kualitas hasil pekerjaan agar pondasi yang dibangun mampu menopang konstruksi jembatan secara kokoh dan aman.

Sejak dimulainya pekerjaan, personel TNI bersama masyarakat terlihat kompak melaksanakan berbagai kegiatan secara gotong royong. Mulai dari menyiapkan material, mengatur proses pengecoran hingga memastikan setiap bagian pondasi dikerjakan sesuai kebutuhan teknis. Kebersamaan tersebut tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga memperkuat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Pelda Soldier mengatakan, pengecoran pondasi merupakan bagian yang sangat menentukan dalam keberlanjutan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda. Karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus dilakukan secara cermat dan tidak semata-mata mengejar kecepatan penyelesaian.

“Seluruh personel bersama warga terus bekerja secara gotong royong untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan. Selain mengejar target waktu, kami tetap mengutamakan kualitas agar jembatan yang dibangun benar-benar kokoh, aman, dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang,” ujarnya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat dalam membantu proses pembangunan menjadi motivasi tersendiri bagi personel di lapangan. Kehadiran dan keterlibatan warga menunjukkan bahwa pembangunan jembatan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI, melainkan merupakan kepentingan bersama yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda ini memiliki arti penting bagi warga Desa Lawe Ger Ger dan masyarakat di sekitarnya. Sebelumnya, akses penghubung masyarakat mengalami gangguan setelah jembatan lama putus akibat diterjang banjir bandang. Kondisi tersebut tentunya berdampak terhadap mobilitas warga, terutama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari yang membutuhkan akses melintasi sungai.

Dengan dibangunnya jembatan baru, masyarakat diharapkan kembali memperoleh akses penghubung yang lebih aman dan mudah. Kehadiran jembatan tersebut nantinya akan membantu memperlancar mobilitas warga antarwilayah, baik untuk keperluan bekerja, berdagang, mengakses fasilitas pelayanan publik maupun menjalankan berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.

Manfaat pembangunan jembatan juga akan dirasakan oleh para pelajar. Selama akses penghubung belum tersedia secara optimal, perjalanan menuju sekolah menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi masyarakat, khususnya anak-anak yang setiap hari membutuhkan akses aman untuk menuntut ilmu.

Selain sektor pendidikan, keberadaan jembatan juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas perekonomian masyarakat. Akses yang lebih baik akan mempermudah petani dan pekebun dalam membawa serta mendistribusikan hasil pertanian dan perkebunan menuju pusat-pusat ekonomi. Dengan demikian, waktu tempuh dapat menjadi lebih efisien dan biaya transportasi dapat ditekan sehingga turut membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Dandim 0108/Aceh Tenggara menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda menjadi salah satu kegiatan yang mendapat perhatian serius karena memiliki nilai strategis dan manfaat langsung bagi masyarakat. Untuk itu, seluruh personel yang terlibat diminta bekerja secara maksimal, profesional dan bertanggung jawab dengan tetap mengutamakan kualitas serta keselamatan dalam setiap tahapan pekerjaan.

“Pembangunan ini bukan hanya membangun sebuah jembatan, tetapi juga membangun harapan masyarakat. Dengan adanya akses yang lebih baik, diharapkan pelayanan pendidikan, kesehatan, aktivitas sosial hingga roda perekonomian masyarakat akan semakin meningkat,” tegasnya.

Dandim juga menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat yang secara sukarela turut membantu proses pembangunan. Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan warga merupakan kekuatan penting dalam mempercepat penyelesaian pekerjaan sekaligus menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kepedulian masyarakat yang ikut membantu pembangunan. Kebersamaan seperti ini harus terus dipelihara karena ketika TNI dan rakyat bersatu, berbagai pekerjaan berat akan terasa lebih ringan dan dapat diselesaikan dengan lebih cepat,” tambahnya.

Lebih dari sekadar sarana penghubung, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda diharapkan menjadi bagian dari upaya membuka kembali akses kehidupan masyarakat yang sempat terganggu akibat bencana. Jembatan tersebut nantinya diharapkan mampu menghubungkan kembali aktivitas masyarakat, memperlancar akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta mendukung kelancaran kegiatan ekonomi di wilayah Kecamatan Ketambe.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan personel TNI dan masyarakat juga menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan infrastruktur dapat menjadi ruang untuk memperkuat persatuan dan kepedulian sosial. Setiap tenaga yang dicurahkan dan setiap pekerjaan yang dilakukan bersama merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan fasilitas yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan dukungan seluruh pihak, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Lawe Ger Ger diharapkan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target. Setelah nantinya dapat digunakan, jembatan tersebut diharapkan menjadi akses vital bagi masyarakat, memperlancar konektivitas antarwilayah, mendukung aktivitas pendidikan, kesehatan dan perekonomian, serta menjadi salah satu sarana penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh Tenggara secara berkelanjutan.

Pada akhirnya, pembangunan jembatan ini bukan sekadar menghadirkan sebuah konstruksi fisik di atas sungai. Lebih dari itu, jembatan tersebut menjadi simbol hadirnya harapan, kebersamaan dan semangat gotong royong antara TNI dan rakyat dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih aman, mudah, produktif dan sejahtera.