NAEEM | Aceh Tenggara – Memasuki tahap akhir pembangunan Jembatan Gantung Perintis, personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat terus menunjukkan semangat gotong royong dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan finishing. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan yakni pengecatan besi pylon dan tali sling jembatan yang berada di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam rangka memastikan seluruh bagian konstruksi jembatan mendapatkan perlindungan dan perawatan yang optimal sebelum nantinya digunakan oleh masyarakat. Pengecatan pada besi pylon dan tali sling tidak hanya bertujuan memperindah tampilan jembatan, tetapi juga memiliki fungsi teknis untuk melindungi material dari karat serta dampak paparan cuaca dan lingkungan dalam jangka panjang.
Sejak pagi hari, personel Babinsa bersama warga telah berada di lokasi untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan pekerjaan. Dengan penuh semangat dan kebersamaan, mereka membersihkan permukaan besi yang akan dicat, menyiapkan peralatan, serta melakukan pengecatan secara bertahap dan merata pada bagian besi pylon maupun tali sling.
Pekerjaan dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi konstruksi serta aspek keselamatan selama berada di area jembatan. Kekompakan antara Babinsa dan masyarakat terlihat dari pembagian tugas yang dilakukan secara bersama-sama sehingga setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan dengan tertib, efektif, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara, Serka Hombing, mengatakan keterlibatan TNI dalam proses pembangunan Jembatan Gantung Perintis merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus wujud nyata kehadiran Babinsa di tengah-tengah warga.
“Melalui semangat gotong royong, kami bersama masyarakat terus berupaya menyelesaikan setiap tahapan pembangunan. Pengecatan besi pylon dan tali sling ini menjadi bagian penting dalam tahap akhir penyelesaian jembatan agar konstruksi tetap kuat, tahan lama, serta aman digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik semata, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat. Dengan turun langsung bersama warga, Babinsa dapat membantu mempercepat pekerjaan sekaligus membangun kepedulian dan rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas yang nantinya akan digunakan secara bersama-sama.
“Harapan kami, dengan adanya jembatan ini masyarakat akan semakin mudah melakukan berbagai aktivitas. Kami akan terus membantu sesuai kemampuan dan tugas di lapangan sampai seluruh proses pembangunan dapat diselesaikan dengan baik,” tambahnya.
Jembatan Gantung Perintis yang dibangun di Desa Kati Maju memiliki arti penting bagi masyarakat setempat. Selama ini, keterbatasan akses penghubung menjadi salah satu kendala yang dihadapi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat menghambat akses menuju fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pusat kegiatan ekonomi, serta jalur pengangkutan hasil pertanian.
Dengan hadirnya jembatan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki akses penghubung yang lebih mudah, aman, dan efisien. Mobilitas warga dari satu wilayah ke wilayah lainnya dapat menjadi lebih lancar, waktu tempuh semakin singkat, serta biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari dapat ditekan.
Bagi masyarakat yang sebagian besar memiliki aktivitas di sektor pertanian, keberadaan jembatan juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kelancaran distribusi hasil pertanian. Akses yang lebih baik akan memudahkan warga membawa hasil kebun maupun pertanian menuju lokasi penjualan atau pusat perekonomian, sehingga diharapkan turut mendukung peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Antusiasme masyarakat dalam mendukung pembangunan jembatan juga terlihat tinggi. Warga secara sukarela turut membantu berbagai pekerjaan yang dapat dilakukan bersama, mulai dari menyiapkan peralatan, membersihkan bagian konstruksi, membantu pengecatan, hingga mendukung kebutuhan lainnya selama kegiatan berlangsung.
Partisipasi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat semata, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Semangat gotong royong yang terbangun menjadi modal sosial penting dalam mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus menjaga keberlanjutan manfaat dari infrastruktur yang telah dibangun.
Bagi Babinsa, keterlibatan dalam kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari tugas pembinaan wilayah. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan mampu mendorong semangat kebersamaan, memperkuat komunikasi sosial, serta menciptakan hubungan yang harmonis antara TNI dan rakyat.
Melalui sinergi dan kerja sama yang terus terjalin antara Babinsa dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kati Maju diharapkan dapat segera rampung dan dimanfaatkan secara optimal. Jembatan tersebut nantinya diharapkan menjadi sarana penghubung yang kokoh, aman, dan nyaman bagi masyarakat dalam menunjang berbagai aktivitas.
Lebih dari sekadar infrastruktur penghubung, pembangunan Jembatan Gantung Perintis juga menjadi gambaran nyata semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan bergandengan tangan dan dilandasi semangat gotong royong, berbagai keterbatasan dapat diatasi demi menghadirkan akses yang lebih baik dan membuka peluang bagi peningkatan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara.
Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Kati Maju dan wilayah sekitarnya, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di wilayah pedesaan.