NAEEM | PASURUAN –Tantangan produksi yang dihadapi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seringkali membutuhkan solusi yang bukan hanya teknis, tetapi juga kreatif. Hal inilah yang ditunjukkan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat  dari Departemen Teknik Mesin Industri, Fakultas Vokasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Tim yang diketuai oleh M. Lukman Hakim, S.T., M.T. ini berhasil merancang inovasi Mesin Boilie yang solutif untuk mengatasi masalah krusial pada UD. Laras Ati, produsen jamu ternak unggas di Pasuruan.

Laras Ati, yang telah berpengalaman sejak 1992, memproduksi pil jamu dari bahan herbal alami. Meskipun permintaan pasar tinggi, proses produksi mereka terkendala oleh peralatan konvensional yang lambat, tidak stabil, dan menghasilkan produk yang tidak konsisten. Mesin lama memerlukan pengawasan konstan dan menghasilkan pil yang bentuknya tidak seragam, memicu pemborosan waktu dan tenaga untuk penyortiran manual.

“Kami melihat masalah utama di UD. Laras Ati bukan hanya pada kecepatan, tetapi pada kurangnya presisi dan kontrol yang stabil. Di sinilah peran Inovasi Teknik Mesin dibutuhkan,” jelas M. Lukman Hakim, S.T., M.T. 

Tim Teknik Mesin Industri ITS  menunjukkan kreativitas mereka dengan tidak sekadar mengganti mesin, melainkan merancang sistem baru yang lebih canggih dan stabil. Inovasi kunci yang diterapkan mencakup:

  1. Sistem Roller Multimotor yang Rigid: Untuk mengatasi pergeseran dan inkonsistensi, tim merancang kembali sistem roller dengan pemilihan komponen yang lebih rigid dan desain multimotor. Desain ini memastikan sinkronisasi sempurna antar komponen, menghilangkan kebutuhan operator untuk selalu memegang mesin saat beroperasi.
  2. Penerapan Kontrol PWM (Pulse Width Modulation): Ini adalah jantung dari inovasi. Integrasi teknologi PWM memungkinkan operator melakukan pengaturan kecepatan motor yang sangat presisi dan stabil. Kontrol presisi ini adalah kunci untuk memastikan konsistensi ukuran dan bentuk pil yang dihasilkan, terlepas dari kecepatan produksi.
  3. Peningkatan Kapasitas Desain: Desain roller ditingkatkan untuk menghasilkan lebih dari 30 pil per siklus, peningkatan dramatis dibandingkan mesin lama yang hanya menghasilkan 1 pil per siklus.
Mesin Boilie yang dibuat oleh Tim Teknik Mesin Industri ITS

Keberhasilan proyek Pengabdian kepada Masyarakat ini diukur dari seberapa efektif inovasi tersebut mengatasi tantangan UMKM, dengan hasil yang melampaui ekspektasi:

  1. Peningkatan Konsistensi Kualitas: Inovasi ini meningkatkan keseragaman bentuk dan ukuran pil jamu mencapai lebih dari 90%, sebuah standar kualitas yang sulit dicapai dengan metode manual.
  2. Efisiensi Waktu dan Tenaga Kerja: Konsistensi yang tinggi ini secara langsung menurunkan kebutuhan proses penyortiran manual hingga 60%, membebaskan tenaga kerja untuk dialihkan ke sektor lain yang lebih produktif, membuka peluang penyerapan tenaga kerja baru, dan meningkatkan pendapatan UMKM.
  3. Peningkatan Kapasitas Produksi: Meskipun fokusnya pada kualitas dan stabilitas, efisiensi desain baru secara otomatis melipatgandakan kapasitas produksi hingga tiga kali lipat. 

Kegiatan ini membuktikan bahwa kreativitas dan keahlian teknis dari perguruan tinggi, seperti ITS, dapat menjadi motor penggerak utama dalam memecahkan masalah UMKM, menjembatani kesenjangan teknologi, dan secara nyata mendukung produk lokal berbasis herbal untuk bersaing di pasar yang lebih luas.