NAEEM | Aceh Barat – Pj. Geuchik Paya Peunaga sebut jalan betong raya merupakan jalan umum sejak tahun 1980, dan masuk dalam rencana tata ruang wilayah kabupaten Aceh Barat pada tahun 2012-2032, namun jalan tersebut di blokir oleh Kamaruddin karena menganggap milik pribadinya, Selasa (19/9/2023).

Adapun tanah tersebut sudah di hibah oleh pemilik lahan untuk pelebaran jalan setapak yang masuk dalam wilayah Desa Peunaga Paya pada saat itu.

“Tanah tersebut masuk ke wilayah Desa Ranto Panyang Timur pada tahun 2023, itu masih dalam proses penandatanganan ole Kepala Daerah Aceh Barat,”Kata Keuchik Peunaga Paya Ihsan Nukhairi.

Dikatakannya, dengan pemblokiran jalan tersebut masyarakat merasa sangat di terganggu Lalulintas selama ini, penutupan jalan betong raya yang dilakukan oleh Kamaruddin, SE sangat berdampak kepada masyarakat hingga harus memutar jauh untuk menuju ke kebun masyarakat.

“Sudah berapa kali kami mencoba mediasi bapak Kamaruddin dengan kami membuat undangan, namun beliau tidak pernah menghadiri dengan berbagai alasan,”ucap Ihsan.

Meskipun demikian kata Ihsan, pihaknya kembali mengundang Kamaruddin pada hari Kamis tanggal 14 September 2023, sempat juga di hubungi dengan Telepon Celuler oleh Ihsan dan dirinya mengatakan hadir.

“Acara di mulai 09:30 Wib hingga selesai pun acara beliau tidak hadir, meski saat kami hubungi katanya akan hadir,”sebut Ihsan.

Kemudian, dikarenakan setelah mediasi tidak ada tanggapan dari saudara Kamaruddin, maka pada hari Senin 18 September 2023, masyarakat akan membongkar paksa jalan betong raya tersebut.

“Namun pada saat pembongkaran jalan yang telah diblokir saya masih di rawat rumah sakit, sudah 3 hari saya disini,”keluh Ihsan.

Terkait pernyataan saudara Kamaruddin yang mengatakan persoalan jalan Betong raya akan di bukak dengan perjanjian harus di aspal menurut Azhari yang merupakan tokoh masyarakat Desa Peunaga Paya sangatlah absurd.

“Kami sebagai masyarakat sudah berupaya untuk mediasi dengan saudara Kamaruddin dan stakeholder lainnya, namun apa boleh buat yang kita undang tidak hadir, kita akan terus berupaya untuk membuka jalan tersebut,”ungkap Azhari. (ABR)