NAEEM | Aceh Selatan – Pelaksanaan Rapat Koordinasi Intervensi Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan oleh Bappeda Kabupaten Aceh Selatan dengan pihak OPD terkait.
Kegiatan rapat tersebut digelar di Hall pendopo Bupati Aceh Selatan, yang turut dihadiri Pj Bupati Aceh Selatan Cut Syazalisma S. STP., Pj Tp ketua PKK ibu Bd. Yuliani Irvana. R,S.Tr.keb., kepala SKPK, dan para tamu undangan lainnya. Kamis. (15/02/2023).
Pj Bupati Aceh Selatan Cut Syazalisma S. STP., menyampaikan, Kabupaten Aceh Selatan masih ditemukan kasus stunting yang masih relatif tinggi. Untuk itu kita upayakan berbagai formula untuk mengatasi atau menurun angka stunting secara signifikan pada tahun 2024 ini.
“Semoga momentum penting ini mendorong kita untuk terus berupaya, bekerja demi keberhasilan pembangunan daerah Aceh Selatan ini, ” ungkapnya.
Lanjutnya, Dalam mempercepat tercapainya tujuan pemerintah untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Aceh Selatan, Dimana pemerintah sudah menargetkan angka stunting 20 % bisa tercapai pada tahun 2024.
“Persoalan stunting ini harus segera kita regulasikan, jadi dengan ini saya mengajak kepada kita semua untuk berkomitmen agar stunting ini dapat secepatnya kita selesaikan”, Tutupnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappeda, Masrizal SE, M.Si., menyampaikan, kegiatan penurunan Stunting di tahun 2024 ini di mulai pada awal bulan Maret mendatang. Tren penurunan prevalensi Stunting di Kabupaten Aceh Selatan menargetkan hingga 20 % Prevalensi Stunting di tahun 2024 yang memerlukan kerjasama multisektor yang efektif dan efisien, ujarnya.
Dengan demikian, ucap Masrizal, perlu adanya komitmen pemerintah mulai dari Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota sampai Desa merupakan kunci keberhasilan dalam percepatan penurunan stunting.
“Dengan adanya koordinasi di setiap daerah sampai tingkat desa mutlak harus dilakukan dan merupakan kunci keberhasilan dalam pelaksanaan konvergensi stunting,” demikian, ucap Masrizal.