NAEEM | Aceh Selatan – Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama di Aceh Selatan dengan angka yang masih signifikan. Jika hal tersebut tanpa penanganan yang intens dapat menjadi ancaman kehilangan generasi yang sehat dan cerdas bagi masyarakat Aceh Selatan khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Dalam rangka mengantisipasi hal tersebut Dinas Kesehatan bekerjasama dengan DP3AKB Kabupaten Aceh Selatan menggelar kegiatan rembuk stunting Kabupaten Aceh Selatan yang di selenggarakan di Aula Bappeda, pada Jumat 12 Agustus 2022 kemarin yang di buka langsung oleh Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran beserta unsur Forkopimda, Sekda Aceh Selatan Cut Syazalisma, S.STP, Ketua PKK Kabupaten Kailida, S.Pdi, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala DP3AKB serta Kepala SKPK instansi terkait lainnya. Sabtu (13/8)

Dalam sambutannya Tgk. Amran menyampaikan Permasalahan stunting merupakan ancaman serius dan membutuhkan penanganan yang tepat. Hal ini juga telah menjadi agenda pembangunan nasional. Persoalan stunting bukanlah semata-mata mengenai terhambatnya pertumbuhan anak, namun juga berkaitan dengan tidak optimalnya perkembangan otak.

“Hal tersebut yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar anak berada dibawah rata-rata, dan kemudian berdampak pada kemampuan akademik di sekolah,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, berdasarkan data tahun 2021, prevalensi balita stunting di Provinsi Aceh mencapai angka 33,2 %, dan menjadikan Aceh sebagai salah satu Provinsi di Indonesia dengan angka stunting tertinggi.

Di kabupaten Aceh Selatan, prevalensi balita stunting pada tahun 2021 berada pada angka 27,3 %), Meskipun angka ini lebih baik dari kabupaten/kota lainnya di aceh, dan berada di bawah rata-rata persentase stunting Provinsi Aceh, namun masih belum mencapai angka yang ditargetkan secara nasional. Sebagaimana arahan bapak Presiden Joko Widodo kepada Gubernur, Bupati dan Walikota di seluruh Indonesia, untuk mencapai target prevalensi stunting pada tahun 2024, sebesar 14 %,” ujar Bupati Tgk. Amran.

Pemerintah kabupaten Aceh Selatan memandang perlu untuk melaksanakan pertemuan rembuk stunting tingkat kabupaten Aceh Selatan. Pertemuan rembuk stunting ini merupakan salah satu wadah bagi semua lintas sektor terkait dalam menyamakan persepsi untuk menyusun strategi intervensi yang terencana, terpadu dan fokus pada solusi dalam hal penanganan stunting di kabupaten Aceh Selatan, sambung Bupati Amran.

Dalam rangkaian pertemuan rembuk stunting tersebut di lakukan penandatangan kesepakatan semua sektor terkait dalam penurunan angka stunting di Kabupaten Aceh Selatan. (Red)