NAEEM | ACEH SELATAN – Dalam waktu satu jam, personel Koramil 06/Kluet Utara memanfaatkan kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai wawasan kebangsaan kepada para siswa MTsN Simpang Empat, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kreativitas Satuan Pembinaan Teritorial jajaran Kodim 0107/Aceh Selatan yang bertujuan membentuk karakter generasi muda agar memiliki semangat nasionalisme, cinta tanah air, serta kesadaran bela negara sejak dini.
Pada kegiatan itu, Serka Fajri bersama dua personel Koramil 06/Kluet Utara menyampaikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) yang dikemas secara interaktif. Selain pemberian materi, para siswa juga diajak berdiskusi mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
Danramil 06/Kluet Utara, Kapten Inf Junaidi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kreativitas satuan dalam melaksanakan pembinaan teritorial, khususnya kepada generasi muda sebagai calon penerus bangsa.
“Pemberian materi wawasan kebangsaan ini merupakan bagian dari kreativitas satuan Koramil 06/Kluet Utara dalam membina generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai nasionalisme, disiplin, serta rasa tanggung jawab kepada para pelajar agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan cinta tanah air,” ujarnya.
Menurut Kapten Inf Junaidi, pembekalan wawasan kebangsaan menjadi penting untuk memperkuat karakter generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai paham maupun perilaku negatif yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
“Melalui pembekalan wawasan kebangsaan ini, kami berharap para pelajar semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta memiliki semangat belajar yang tinggi demi meraih cita-cita dan mengharumkan bangsa,” tambahnya.
Ia menegaskan, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai kebangsaan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung selama satu jam tersebut berjalan dengan penuh semangat dan antusias. Para siswa tampak aktif mengikuti materi, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai wawasan kebangsaan, kedisiplinan, dan peran generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).