NAEEM | PIDIE JAYA – Pemandangan berbeda mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pidie Jaya. Tak sekadar hadir sebagai tamu undangan, Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., bersama Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, turun langsung berbaur dengan masyarakat, bahkan ikut membantu mencuci piring di sela-sela kegiatan.
Momen penuh keakraban tersebut berlangsung di Gedung MTQ, Desa Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (29/10/2026).
keduanya di tengah warga menghadirkan suasana hangat yang mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kedekatan antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat.
Tanpa canggung dan tanpa sekat jabatan, Dandim dan Bupati tampak menyapa warga serta ikut membantu pekerjaan yang dilakukan masyarakat. Aktivitas sederhana itu menjadi gambaran bahwa kebersamaan tidak hanya ditunjukkan melalui kehadiran dalam acara seremonial, tetapi juga melalui tindakan nyata dan kesediaan untuk saling membantu.
Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., mengatakan bahwa TNI merupakan bagian dari rakyat sehingga kedekatan dan kebersamaan harus terus dipelihara dalam setiap kesempatan.
“Tidak ada sekat antara TNI dan masyarakat. Maulid Nabi ini adalah acara kita bersama, sehingga sudah sewajarnya kita saling mendukung dan membantu. Bagi saya, tidak ada yang perlu direndahkan atau merasa lebih tinggi hanya karena pangkat dan jabatan. Ketika ada pekerjaan yang bisa kita bantu, termasuk mencuci piring, mengapa tidak kita lakukan bersama?” ujar Dandim
Ia menegaskan, setiap manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah SWT. Pangkat, jabatan, maupun latar belakang bukanlah alasan untuk membatasi hubungan antarsesama. Menurutnya, ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT menjadi hal utama yang harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Lebih lanjut, Dandim mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya menjadi agenda tahunan atau ajang berkumpul dan bersilaturahmi. Lebih dari itu, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk mengambil hikmah dari perjalanan hidup Rasulullah SAW, terutama dalam meneladani akhlak mulia, sikap rendah hati, kepedulian, serta kasih sayang kepada sesama.
“Melalui peringatan Maulid Nabi ini, mari kita teladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, mempererat ukhuwah dan silaturahmi, serta membangun kepedulian terhadap sesama tanpa membeda-bedakan suku, status sosial, maupun latar belakang. Kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga,” tambahnya.
Menurutnya, tradisi Maulid yang tumbuh kuat di tengah masyarakat Aceh memiliki nilai sosial yang penting karena menjadi ruang untuk mempererat hubungan kekeluargaan, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat gotong royong.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan harmonis antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat Kabupaten Pidie Jaya semakin kuat. Semangat kebersamaan dan saling menghormati diharapkan terus terpelihara demi menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, kompak, dan sejahtera.
Kehangatan peringatan Maulid ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu ditunjukkan melalui hal-hal besar. Terkadang, tindakan sederhana seperti menyapa warga, mengulurkan tangan, dan mencuci piring bersama justru menjadi wujud nyata kepedulian serta semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.