NAEEM | Aceh Selatan — Program Podcast Kito Sahabat Zakat yang digagas oleh Baitul Mal Aceh Selatan kembali menghadirkan tayangan penuh inspirasi pada Selasa, 28 April 2026 pukul 20.00 WIB melalui Channel YouTube Podcast Kito (Sahabat Zakat).
Mengangkat tema “Zakat Menjadi Pelindung dari Sifat Kikir dan Cinta Dunia Berlebihan,” episode ini menjadi ruang refleksi mendalam bagi masyarakat tentang makna sejati berbagi dalam Islam.
Dialog penuh hikmah ini menghadirkan Ustadz Khaifal Muddin,S.Hi Ketua Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI) Aceh Selatan sebagai narasumber, dengan dipandu oleh host Dr. Muhammad Ridho Agung, S.Pd, M.Ag yang membuka perbincangan dengan suasana hangat dan menyentuh.
Dalam pengantarnya, host menekankan bahwa di tengah kehidupan modern yang penuh kesibukan dan tuntutan dunia, manusia sering kali dihadapkan pada rasa takut kehilangan harta dan kecenderungan mencintai dunia secara berlebihan.
“Zakat bukan sekadar kewajiban finansial, tetapi latihan spiritual, pendidikan hati, dan benteng keimanan agar manusia tidak terjerumus dalam sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan,” ungkap Dr. Muhammad Ridho Agung yang juga Direktur MUQ Aceh Selatan.
Menanggapi hal tersebut, Ustadz Khaifal Muddin menjelaskan bahwa zakat memiliki posisi yang sangat penting dalam Islam, bahkan disejajarkan dengan shalat sebagai rukun Islam.
“Zakat bukan sekadar mengeluarkan harta, tetapi proses membersihkan hati dari rasa memiliki yang berlebihan terhadap dunia,” jelasnya.
Lebih lanjut, beliau menguraikan bahwa sifat kikir sering muncul dari ketakutan kehilangan, padahal dalam Islam justru sebaliknya memberi adalah jalan menuju keberkahan.
“Setiap kali kita berzakat, sesungguhnya kita sedang mematahkan ego dalam diri dan menggantinya dengan keikhlasan serta rasa syukur.”
Diskusi semakin mendalam ketika membahas bahaya kecintaan berlebihan terhadap dunia.
Menurut beliau, hal tersebut dapat menjauhkan manusia dari tujuan hidup yang sesungguhnya.
“Ketika dunia terlalu kita cintai, kita akan sulit berbagi. Di situlah zakat hadir untuk mengingatkan bahwa dunia hanyalah titipan.”
Sementara itu, host kembali menegaskan inti dari perbincangan tersebut bahwa zakat adalah penjaga hati manusia dari berbagai penyakit spiritual.
“Setiap rupiah zakat yang kita keluarkan bukanlah kehilangan, tetapi investasi keberkahan yang akan kembali dalam bentuk ketenangan hati dan kebahagiaan hidup,” tambahnya.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Khaifal Muddin juga menyoroti hikmah besar dari zakat yang sering kali dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Boleh jadi harta tidak bertambah banyak, tetapi hidup terasa lebih cukup, lebih tenang, dan lebih bermakna, itulah keberkahan zakat.”
Tak hanya itu, pesan kuat juga disampaikan kepada generasi muda agar tidak terjebak dalam gaya hidup materialistis.
“Jangan tunggu kaya untuk berbagi. Justru dengan berbagi, Allah akan cukupkan hidup kita.”
Melalui dialog yang sarat nilai spiritual ini, masyarakat juga diajak untuk menunaikan zakat melalui lembaga yang amanah seperti Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan agar dapat dikelola secara profesional dan tepat sasaran.
Di akhir sesi, host menutup dengan pesan reflektif yang menjadi inti dari keseluruhan diskusi.
“Ketika tangan kita ringan untuk memberi, sesungguhnya hati kita sedang dibebaskan dari belenggu dunia.”
Program Podcast Kito Sahabat Zakat terus menjadi media dakwah yang menghadirkan edukasi, inspirasi, dan motivasi bagi masyarakat.
Diharapkan melalui program ini, kesadaran berzakat semakin tumbuh, tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai gaya hidup yang membawa keberkahan bagi diri sendiri dan masyarakat luas.