NAEEM | Aceh Tenggara – Semangat kebersamaan dan gotong royong terus ditunjukkan personel TNI dari Posramil Darul Hasanah jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuta Ujung, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (06/06/2026).
Sebelum memulai pekerjaan pembangunan, seluruh personel TNI dan masyarakat terlebih dahulu melaksanakan apel pagi yang dilanjutkan dengan doa bersama. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting yang rutin dilakukan setiap harinya guna memastikan kesiapan personel sekaligus memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan pembangunan jembatan yang saat ini tengah dikerjakan secara bergotong royong.
Dalam apel pagi tersebut, dilakukan pengecekan kesiapan personel, pembagian tugas pekerjaan, serta penyampaian arahan terkait teknis pelaksanaan pembangunan di lapangan. Selain itu, apel juga bertujuan untuk menyatukan langkah dan mempererat sinergi antara TNI dan masyarakat agar seluruh proses pekerjaan dapat berjalan tertib, aman, dan sesuai target yang telah ditentukan.
Usai apel, seluruh personel bersama warga memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar pembangunan Jembatan Gantung Perintis diberikan kelancaran, keselamatan, kesehatan, dan hasil yang maksimal hingga selesai dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Serma Musliyadi menyampaikan bahwa kegiatan apel dan doa bersama bukan sekadar rutinitas sebelum bekerja, melainkan menjadi bagian penting dalam membangun semangat kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab selama pelaksanaan pembangunan berlangsung.
“Apel dan doa bersama merupakan langkah awal sebelum pekerjaan dimulai. Selain memastikan kesiapan seluruh personel, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memohon perlindungan dan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong yang terus terjalin, kami optimistis pembangunan jembatan ini dapat diselesaikan tepat waktu,” ujar Serma Musliyadi.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan menjadi bukti nyata tingginya kepedulian warga terhadap kemajuan desa. Kehadiran masyarakat yang setiap hari turut membantu pekerjaan pembangunan menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat dan menjadi modal utama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut bukan hanya sebatas membangun sarana penghubung antarwilayah, namun juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja sama yang harmonis dan penuh kebersamaan.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuta Ujung sendiri merupakan salah satu bentuk komitmen Kodim 0108/Aceh Tenggara dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah binaan, khususnya di daerah yang masih membutuhkan akses transportasi yang memadai.
Keberadaan jembatan tersebut nantinya diharapkan mampu memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain memperlancar mobilitas warga, jembatan ini juga akan sangat membantu para petani dalam mengangkut hasil perkebunan dan pertanian menuju pusat pemasaran dengan lebih cepat, aman, dan efisien.
Tidak hanya itu, pembangunan jembatan juga diyakini akan membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Akses yang semakin mudah diharapkan dapat meningkatkan aktivitas perdagangan, mempercepat pelayanan kesehatan, mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak sekolah, serta mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Semangat gotong royong yang terus terjalin antara personel TNI dan masyarakat menjadi cerminan kuatnya kebersamaan dalam membangun desa. Dengan kerja sama yang solid dan kekompakan yang terus terjaga, diharapkan pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuta Ujung dapat segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat serta kemajuan wilayah di Kecamatan Darul Hasanah dan sekitarnya.