NAEEM | Aceh Tenggara – Semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat pedesaan kembali terlihat dalam kegiatan pengecatan tiang pondasi dan pembatas Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Buntul Kendawi, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (16/06/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Babinsa Posramil Ketambe jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat sebagai bagian dari tahap akhir penyelesaian pembangunan jembatan yang selama ini dikerjakan secara bersama-sama.
Sejak pagi hari, personel TNI bersama warga tampak antusias melaksanakan berbagai tahapan pekerjaan pengecatan. Dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab, mereka bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan demi memastikan jembatan yang menjadi harapan masyarakat tersebut dapat segera difungsikan dan memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar.
Pengecatan dilakukan dengan dominasi warna merah dan putih yang melambangkan semangat nasionalisme serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain memberikan tampilan yang lebih menarik dan indah, pengecatan ini juga memiliki fungsi penting dalam menjaga kualitas dan ketahanan struktur bangunan dari berbagai pengaruh lingkungan, seperti paparan sinar matahari, curah hujan yang tinggi, serta kelembapan yang dapat mempercepat kerusakan material konstruksi.
Ketua tim kegiatan, Serka Afrijal, menjelaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaan.
Menurutnya, kehadiran Babinsa tidak hanya bertujuan untuk mendampingi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga untuk memberikan motivasi dan semangat agar seluruh proses pekerjaan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tepat waktu.
“Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kerja sama yang sangat baik antara TNI dan masyarakat. Berkat semangat gotong royong yang terus terjaga, setiap tahapan pekerjaan dapat diselesaikan secara bertahap dengan hasil yang memuaskan. Hari ini kami melaksanakan pengecatan tiang pondasi dan pembatas jembatan sebagai bagian dari proses penyempurnaan agar jembatan terlihat lebih rapi, indah, serta memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap berbagai faktor cuaca,” ujar Serka Afrijal.
Ia menjelaskan bahwa sebelum proses pengecatan dilakukan, seluruh bagian pondasi dan struktur yang akan dicat terlebih dahulu dibersihkan dari debu, lumut, serta kotoran yang menempel pada permukaan beton. Tahapan ini sangat penting untuk memastikan cat dapat melekat secara maksimal sehingga menghasilkan lapisan yang kuat dan tahan lama.
Setelah proses pembersihan selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan pelapisan cat dasar serta bahan pelindung anti rembes yang berfungsi melindungi struktur beton dari pengaruh kelembapan. Mengingat posisi jembatan yang berada di sekitar aliran Sungai Alas, perlindungan terhadap pondasi menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga kualitas konstruksi dalam jangka panjang.
Pada tahap akhir, dilakukan pengecatan menggunakan cat khusus eksterior yang memiliki ketahanan tinggi terhadap panas matahari, hujan, serta perubahan cuaca ekstrem. Selain memberikan nilai estetika yang lebih baik, lapisan cat tersebut juga berfungsi sebagai perlindungan tambahan terhadap risiko korosi, pelapukan, dan kerusakan dini pada bagian struktur jembatan.
Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana kekeluargaan dan kebersamaan tampak begitu kental. Personel TNI dan warga bekerja tanpa mengenal lelah, saling membantu dan bergantian mengerjakan setiap bagian jembatan yang membutuhkan sentuhan akhir. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi bukti kuat bahwa pembangunan fasilitas umum akan lebih mudah diwujudkan apabila dilaksanakan dengan kerja sama dan kepedulian bersama.
Serka Afrijal menambahkan bahwa saat ini pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Dengan selesainya pekerjaan pengecatan, diharapkan proses pembangunan dapat segera dirampungkan sehingga jembatan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendukung berbagai aktivitas sehari-hari.
“Keterlibatan aktif Babinsa dalam pembangunan ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami berharap jembatan ini nantinya dapat menjadi sarana yang mempermudah mobilitas masyarakat, meningkatkan aktivitas ekonomi, memperlancar akses pendidikan, serta memberikan manfaat besar bagi seluruh warga Desa Buntul Kendawi dan sekitarnya,” tambahnya.
Keberadaan Jembatan Gantung Perintis Garuda memang sangat dinantikan masyarakat. Selama ini, akses menuju sejumlah wilayah dan lahan pertanian masih menghadapi berbagai kendala, terutama saat kondisi cuaca kurang mendukung. Dengan hadirnya jembatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat melakukan aktivitas dengan lebih aman, cepat, dan efisien.
Salah seorang warga Desa Buntul Kendawi, Bapak Sugi (50), mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada TNI, khususnya Babinsa Posramil Ketambe yang sejak awal selalu hadir mendampingi masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak-bapak TNI yang tanpa kenal lelah selalu membantu masyarakat. Sejak awal pembangunan hingga sekarang hampir selesai, Babinsa selalu berada bersama kami. Sekarang jembatan sudah terlihat sangat bagus setelah dicat merah putih. Kami merasa bangga dan bersyukur karena jembatan ini akan sangat membantu aktivitas masyarakat sehari-hari. Semoga segera selesai dan dapat digunakan oleh seluruh warga,” ungkapnya.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat mampu menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi kepentingan rakyat. Melalui semangat gotong royong yang terus dipelihara, berbagai tantangan pembangunan di wilayah pedalaman dapat diatasi secara bersama-sama demi terwujudnya kemajuan, konektivitas, dan kesejahteraan masyarakat.
Lebih dari sekadar sarana penghubung, Jembatan Gantung Perintis Garuda diharapkan menjadi simbol kebersamaan, persatuan, dan kepedulian antara TNI dan rakyat dalam membangun daerah. Kehadiran jembatan ini nantinya akan menjadi aset penting bagi masyarakat Desa Buntul Kendawi dalam mendukung aktivitas ekonomi, sosial, pendidikan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.