NAEEM | Aceh Selatan, 19 Juni 2026 – Pondok Pesantren Al Wahidul Qahhar, kecamatan Labuhanhaji, kabupaten Aceh Selatan, menjadi pusat berkumpulnya para ulama, umara, dan tokoh masyarakat dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Dalam kegiatan Silaturahmi Ulama, Umara, dan Tokoh Masyarakat se-Aceh itu mengangkat tema “Merajut Kembali Semangat Pembangunan Fisik dan Mental untuk Aceh Masa Depan”.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Aceh, para pimpinan dayah, kepala daerah, anggota legislatif, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE., M.Sos., menegaskan bahwa pembangunan Aceh ke depan harus dilandasi oleh sinergi yang kuat antara ulama, umara, dan tokoh masyarakat sebagai tiga pilar utama pembangunan daerah.
Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa kejayaan Aceh tidak hanya dibangun oleh kekuatan ekonomi dan sumber daya alam, tetapi juga oleh harmonisasi hubungan antara ulama sebagai penjaga nilai dan moral, sedangkan umara sebagai pelaksana pemerintahan, serta tokoh masyarakat sebagai penggerak kehidupan sosial.
“Hari ini kita berkumpul bukan sekadar untuk bersilaturahmi, tetapi untuk memperkuat kembali fondasi peradaban Aceh. Sinergi ulama, umara, dan tokoh masyarakat merupakan modal besar untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan,” ujar Mirwan.
Bupati Mirwan juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan mental. Menurutnya, kemajuan infrastruktur harus berjalan seiring dengan penguatan karakter, akhlak, dan kualitas sumber daya manusia.
Dalam forum tersebut, Mirwan menawarkan tiga arah utama pembangunan Aceh ke depan, yaitu:
Pertama, pembangunan karakter dan sumber daya manusia berbasis integrasi syariat Islam dan ilmu pengetahuan. Ia menilai bahwa generasi muda Aceh harus dipersiapkan menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan budaya Aceh.
Kedua, pembangunan ekonomi berbasis potensi unggulan daerah. Aceh memiliki berbagai sumber daya strategis seperti kopi Gayo, pala Aceh Selatan, sektor perikanan, pertanian, dan potensi maritim yang harus dikelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketiga, penguatan penerapan syariat Islam yang inklusif, substantif, dan berkeadilan. Menurutnya, nilai-nilai syariat harus menjadi fondasi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, bersih, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Lebih lanjut, Mirwan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meninggalkan ego sektoral dan memperkuat persatuan demi kemajuan Aceh secara menyeluruh. Tidak ada lagi sekat antara wilayah barat-selatan, tengah, timur maupun utara. Kita semua adalah bagian dari Aceh yang memiliki cita-cita yang sama, yaitu mewujudkan Aceh yang maju, bermartabat, dan diridhai Allah SWT, tegasnya.
“Forum silaturahmi dapat menjadi momentum untuk melahirkan gagasan dan rekomendasi strategis bagi pembangunan Aceh yang berkelanjutan, dengan ulama sebagai pelita yang menerangi arah perjalanan, umara sebagai pelaksana pembangunan, dan tokoh masyarakat sebagai penguat persatuan,” harap Bupati Mirwan.
Kegiatan Silaturahmi Ulama, Umara, dan Tokoh Masyarakat se-Aceh ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan Aceh yang lebih maju, produktif, madani, serta menuju cita-cita besar sebagai negeri yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.