NAEEM | Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Brigade Nasional secara khusus memberi dukungan bagi perempuan dan anak-anak korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara Dukungan secara nyata diwujudkan dalam bentuk bantuan selimut, mainan, susu UHT dan makanan ringan, serta alat kebersihan.
“Kami merasa prihatin dengan banyaknya warga Plumpang yang menjadi korban kebakaran, terutama perempuan dan anak-anak yang harus keluar dari tempat tinggal keluarganya dan harus hidup di pengungsian”, kata Ketua Umum DPP Brigade Nasional Reni Lubis usai menyerahkan bantuan di Posko Pengungsian Warga RT 12 RW 09, Tanah Merah, Plumpang, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (07/03/2023).
Kebakaran hebat terjadi di Depo milik PT Pertamina (Persero) di Plumpang, Jakarta Utara pada Jumat malam (03/03/2023), sekitar pukul 20.11 WIB menghanguskan sejumlah bangunan, kebakaran ini juga menyebabkan belasan orang meninggal dunia, lebih dari 50 orang luka-luka, dan ratusan orang lainnya mengungsi.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran Depo Pertamina Plumpang masih dalam proses penyelidikan pihak yang berwenang.
Diberitakan sebelumnya, bahwa pipa bensin di kompleks Depo Pertamina Plumpang meledak dan menyebabkan api membumbung tinggi dan menyambar rumah-rumah warga di RT 12 RW 09 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara,
Reni Lubis mengapresiasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi DKI Jakarta, maupun aparat TNI/Polri yang bergerak cepat dalam membantu para korban bencana kebakaran. Meski pemerintah dan BUMN telah turun tangan, DPP Brigade Nasional tetap mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mendukung para korban bencana, baik secara material maupun non material, ujarnya.
Apalagi, perempuan dan anak-anak perlu mendapat perhatian khusus terutama perlindungan di tempat pengungsian Berbagai kebutuhan bagi perempuan seperti pakaian dalam dan pembalut wanita perlu menjadi perhatian Ruang khusus untuk menyusut juga perlu diadakan untuk bisa memenuhi kebutuhan psikologis dan biologis para ibu dan anaknya, sambung Reni Lubis.
Reni Lubis menegaskan, kebutuhan gizi anak-anak di atas usia 2 tahun juga wajib dipenuhi dengan adanya makanan tambahan dan susu. Tak hanya itu, hak anak untuk belajar dan bermain juga perlu diperhatikan agar anak bisa tetap tumbuh berkembang dengan optimal.
“Mereka bukan saja membutuhkan bantuan materi, tapi juga trauma healing untuk bisa kembali bangkit dan melanjutkan kehidupannya bersama keluarga. Kegiatan belajar dan bermain yang menyenangkan perlu mendapat perhatian khusus di posko-posko pengungsian,” katanya.
Sementara itu, Direktur Sanggar Anak Harapan Leni Desinah mengapresiasi dukungan dan DPP Brigade Nasional kepada para pengungsi di Posko Pengungsian RT 12 RW 09, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Para korban bencana kebakaran sebagian besar tinggal di Posko Pengungsian di RPTRA Rawa Badak Selatan. Adapun sekitar 300 orang memilih berlindung di Posko Pengungsian RT 09 RW 12 yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi kebakaran, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
“Kebanyakan ibu-ibu dan anak-anak yang tinggal di pengungsian karena rumahnya habis terbakar atau tersisa puing-puing saja,” kata Leni Desinah yang menjadi salah satu inisiator berdirinya posko pengungsian dekat pusat lokasi kebakaran Depo Pertamina Plumpang.
Saat ini, kata Lebih, pemerintah telah mendistribusikan makanan tiga kali sehari dalam bentuk nasi kotak. Namun demikian, adanya bantuan dari masyarakat dinilai sangat meringankan beban para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan harta bendanya.
Bantuan dari berbagai unsur masyarakat, seperti yang telah disampaikan Brigade Nasional sangat membantu kebutuhan para pengungsi, terutama para perempuan dan anak.
“Kami sangat bersyukur ada pihak-pihak yang memberi perhatian khusus kepada para perempuan dan anak yang menjadi korban kebakaran di Plumpang”, kata Leni Desinah yang biasa disapa Desboy.