NAEEM | Aceh Selatan – Kabupaten Aceh Selatan diguyur hujan, akibat oleh hujan dengan Intensitas Sedang s/d Lebat yang mengguyur membuat wilayah hulu sungai Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan meluap.
Air Sungai tersebut meluap hingga ke jalan lintas Kota Fajar – Menggamat dan merendam rumah warga, sehingga untuk aktivitas warga terhambat oleh karena itu di bantu dengan rubber boat dari BPBD Aceh Selatan dan juga perahu dari warga, ucap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Selatan H. Zainal A, SE. M.Si., Jum’at 11 Oktober 2024.
Disampaikan Zainal, pada Jam 21.00 malam, kembali terjadi banjir susulan diposisi atau lokasi yang sama di Desa Jambo Papan dan penambahan di Desa Koto Indarung akibat hujan lebat dari sore dari jam 15.00 wib S/d 18.45 WIB, mengakibatkan penambahan debit air sungai dan meluap kembali dengan ketinggian air bervariasi saat ini mencapai 40 cm s/d 100 cm pada tempat-tempat tertentu. Sementara warga sudah di evakuasi mengungsi kerumah-rumah warga terdekat yang tidak terdampak banjir.
Banjir susulan ini diperkirakan lebih besar dan meluas ke area permukiman warga yang lain, seperti tadi pagi dampak yang ditimbulkan akibat banjir luapan Sungai Kluet di Desa Jambur Papan terhadap rumah warga yang hanya berjumlah 11 Rumah, sedangkan banjir susulan sudah bertambah diperkirakan oleh petugas dilapangan, proses pemantauan dan pendataan masih terus berlanjut, kata Zainal menjelaskan.
Zainal menjelaskan, pada pagi Jumat sekira jam 07:26 WIB, Tim Pos 08 Kluet Tengah kembali melakukan pemantauan terhadap lokasi banjir yang mana debit air pada lokasi banjir jalan lintas Kluet Utara – Kluet tengah tersebut pada pagi ini terpantau berangsur surut.
Kemudian pada pukul 06:34 WIB hari jumat pagi kembali adanya penambahan banjir di lokasi yang berbeda, yaitu di jalan lintas Kluet Utara – Kluet Selatan, namun ketinggian debit air pada lokasi banjir ini ialah sekitar 10 cm – 30 cm atau hanya sebatas lutut orang dewasa akan tetapi debit air berangsur naik sebatas paha orang dewasa. Untuk itu aktivitas warga tidak terhambat dan jalan lalu lintas bisa dilewati oleh kendaraan roda 2 dan roda 4 dengan lancar, ucapnya.
Kemudian pada pukul 09:14 WIB setelah dilakukan pemantauan oleh personil Damkar 04 untuk jalan lintas Kluet Utara – Kluet Selatan Gampong Keude Runding debi air meningkat sehingga mengakibatkan jalan lintas tersebut tidak bisa di lalui oleh kendaraan roda 2 dan roda 4, ujarnya.
Sementara itu, Tim Pos 04 terus melakukan pemantauan di lokasi banjir yang mana banjir sudah merendam pesantren Darussadah Gampong Kota Fajar untuk ketinggian air bervariasi antara 50 s/d 80 cm, ucap Zainal.
Zainal berujar, dikarenakan intensitas hujan yang tinggi, semalam Pos 04 Kluet Utara kembali melakukan pemantauan terhadap lokasi titik potensi banjir di Kecamatan Kluet Utara sehingga ada titik baru yang terdapat lokasi banjir, yaitu Gampong Kuede Padang Kecamatan Kluet Utara, untuk debit air pada lokasi banjir ini bervariasi 30/50 cm atau sebatas lutut orang dewasa, aktivitas warga Keude Padang terhambat untuk sementara itu Damkar Pos 04 sedang melakukan pemantauan dilokasi titik banjir di Kecamatan Kluet Utara, ujarnya.
Pada hari Jumat, kata Zainal, sekira pukul 10:16 WIB, banjir kiriman luapan Lae Soraya yang terjadi di kecamatan Sultan Daulat Pemko Subulussalam juga telah memasuki dan merendam perumahan penduduk di Gampong Titi Poben Kecamatan Trumon Timur dengan ketinggian air +- 40 cm.
Pada pukul 16:01 WIB personil Damkar PB 09 Trumon Timur kembali melaporkan bahwa banjir kiriman luapan Lae Soraya telah memasuki dan merendam perumahan penduduk di Gampong Seuneubok Pusaka Kecamatan Trumon Timur dengan ketinggian air +- 40 s/d 50 cm, kata dia.
Untuk sementara, sebut Zainal, saat ini jalan lintas Nasional Tapaktuan – Medan di Gampong Keude Rundeng Kecamatan Kluet Selatan sudah bisa dilewati oleh kendaraan roda 2 (dua) dan roda 4 (empat), namun demikian pihak Tim TRC BPBD terus melakukan pemantauan perkembangan situasi dan kondisi banjir terkini yang melanda di beberapa Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan, sebutnya.