NAEEM | Aceh Selatan – Pemerintah kabupaten Aceh Selatan menggelar Musrenbang Penyusunan RKPD Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2027, di Gedung Rumoh Agam Tapaktuan, yang dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis, SE.,
Selasa, 14 April 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa 14 April 2026, dengan turut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua DPRK yang diwakili wakil ketua I, beserta ketua komisi, ketua fraksi beserta sejumlah anggota DPRK Aceh Selatan, Plt Sekda, Ketua TP PKK Aceh Selatan, dan Ketua I TP PKK.
Selain itu turut berhadir juga Ketua MPU, para Asisten, Staf Ahli, kepala SKPK, perwakilan Provinsi Aceh Taufiqurrahman,SP., M.M dari Bappeda Aceh, dan Habiburrahman, S.TP., M.Sc dari Distanbun Aceh, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis, SE., menyampaikan kegiatan Musrenbang penyusunan RKPD kabupaten Aceh Selatan tahun 2027 ini menjadi tahapan krusial karena merupakan penjabaran tahun kedua dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) kabupaten Aceh Selatan tahun 2025-2029.
Tujuan utama kita hari ini adalah penajaman dan menyelaraskan usulan program dan kegiatan dari tingkat kecamatan dengan rancangan akhir rencana kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan juga untuk menyelaraskan program dan kegiatan antar OPD dengan OPD lainnya, dalam rangka optimalisasi pencapaian sasaran prioritas pembangunan daerah. Sehingga tercipta sinergi pembangunan yang efektif dan tepat sasaran bagi masyarakat, ucap Baital.
Sebelum kita melangkah lebih jauh, sebut Wabup Baital, mari kita cermati kondisi makro kabupaten Aceh Selatan berdasarkan capaian tahun 2025:
1. Laju pertumbuhan ekonomi kita pada tahun 2025 berada pada angka 3,00%.
2. Angka kemiskinan kita menurun signifikan menjadi 9,89% pada tahun 2025.
3. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita meningkat menjadi 72,79%,
4. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil kita tekan ke angka 4,39%.
Namun, kita tidak boleh berpuasa diri, masih banyak tantangan strategis yang harus kita hadapi, mulai dari pengawasan syariat Islam, kualitas infrastruktur, hingga pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan, jelas Wabup Baital.
Wabup Baital mengatakan, untuk tahun 2027, kita telah menetapkan tema pembangunan, yaitu ” Meningkatkan Penerapan Syariat Islam, Sejahtera, Berdaya Saing dan Partisipatif “.
Berdasarkan tema tersebut, fokus utama pembangunan kita akan diarahkan pada tujuh prioritas, antara lain:
1. Menguatkan penerapan syariat Islam secara kaffah.
2. Meningkatkan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
3. Mendorong produktivitas ekonomi demi terciptanya lapangan kerja baru.
4. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional (Good And Clean Government).
5. Meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
6. Pemerataan pendidikan yang berbasis Dinul Islam dan modern.
7. Pemanfaatan sumber daya alam yang bijak dan tanggap bencana.
Kita menargetkan pada tahun 2027 nanti, pertumbuhan ekonomi kita mampu menyentuh angka 4,64% dan tingkat kemiskinan terus ditekan hingga ke angka 11,69%. Begitupun dengan tingkat pengangguran terbuka, diharapkan berada di angka 4,03%.
“Melalui Musrenbang ini, setiap usulan yang masuk benar-benar merupakan kebutuhan prioritas dan saya instruksikan kepada seluruh Kepala OPD untuk cermat dalam menyusun program kegiatan agar sesuai dengan Pagu Indikatif dan berorientasi pada kepentingan publik dan masyarakat Aceh Selatan,” harap Wabup Baital.